Gadis Yatim yang Hidup Setelah Meninggal

0

MITOS — Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati ( meninggal ). Kematian merupakan Takdir, Pengingat, sekaligus Teguran.
Mati ( meninggal ) merupakan suatu takdir yang telah dipastikan terjadi oleh Yang Maha Kuasa, sebagai bukti dan tanda peringatan bagi yang masih merasakan kehidupan agar bisa memperbaiki dan memperbanyak bekal amal, sekaligus teguran buat yang belum memikirkan dan mempersiapkan akan datangnya kematian begitupun kehidupan setelah kematian.

Ada tiga perkara yang mengikuti jenazah sesudah mati / meninggalnya, diantaranya ; keluarganya, hartanya dan amalnya. Keluarga dan harta, keduanya akan kembali, sedangkan amal akan tinggal bersamanya.

Azlina ( 36 ) tahun adalah sorang wanita yatim berhijab dari keluarga sederhana asal desa Pematang Duku, kabupaten Bengkalis, provinsi Riau. Beberapa tahun silam telah merasakan mati / meninggal.
Walau proses kematian yang dia alami -/+ selama 2 ( dua ) jam, namun kejadian tersebut tidak akan pernah ia lupakan hingga detik ini. Oleh karena pengalaman nyata baginya yang diperlihatkan dan yang ia rasakan.
Pengalaman nyata tersebut Awalnya terasa saat diperhadapkan pada detik-detik menjelang Sakaratul Maut. Ketika itu ia melihat sosok 2 orang yang diyakininya adalah Malaikat datang dan mencabut nyawanya dari kaki sebelah kanan. ” Rasanya seperti tertusuk pedang dan terasa kulit disayat dipisah dari dagingnya. Sakit sungguh sakit “, ulasnya.
Setelah ruhnya dicabut dari jasad, ia pun melihat Paman dan dokternya yang kala itu sedang menangani perawatan untuknya di rumah sakit, setelah itu, dia pun mengaku ditanya beberapa pertanyaan khusus oleh malaikat, kala itu ia mampu menjawab pertanyaan khusus tersebut tanpa tersendat.

Setelah menjawab beberapa pertanyaan khusus dari malaikat, dan didorong oleh keinginan yang kuat untuk bertemu sang ayah, dia pun dibawa oleh malaikat di suatu tempat untuk dipertemukan dengan ayahnya yang sudah lama meninggal. Dan saat bertemu, kala itu ayahnya tampak lebih muda, dibanding saat ayahnya masih hidup di dunia.
Saat bertemu dan berkomunikasi itulah, ayahnya menangis dan menyuruhnya untuk kembali. “ Kasihan adik-adikmu “, tutur ayahnya. Namun Azlina berkata “ tidak ayah, janji Allah sudah tiba “, jawabnya.
Setelah dipertemukan dengan ayahnya, ia pun kembali dibawa malaikat bertemu dengan seorang wanita cantik bercahaya, setelah didudukkan di kursi yang begitu empuk, Azlina pun bertanya ” siapa Anda ?, wanita itu pun menjawab,” sayalah Amalmu “.
Azlina pun diperlihatkan perjalanan berikutnya, Ia dibawa lagi dan hadapannya diperlihatkan seorang yang memikul besi yang sangat berat dan rantai di tangannya, bajunya juga robek-robek serta berbau busuk menjijikkan, kemudian Azlina bertanya pada amalnya ” Siapa orang itu ?, amalnya menjawab “ Orang tersebut sewaktu hidup di dunia, selalu menyantet dan meneluh orang.
Kemudian Azlina melihat seorang yang kulit terkelupas dan dagingnya terburai, ia pun bertanya “ kenapa dengan orang itu ? “, Amalnya pun menjawab ” Dia tidak pernah Sholat dan tidak berSyahadat ketika ia meninggal.
Berikutnya diperlihatkan seorang yang ditancapkan besi panas pada kemaluannya hingga tembus adalah orang gemar berzina
Lalu ia pun diperlihatkan orang yang saling bunuh, golongan itu ialah manusia yang gemar bertengkar dan membenci orang lain hingga menerornya.
Dan orang yang dihempaskan ketanah lalu dibunuh, bangun lagi dan begitu seterusnya adalah anak durhaka yang tidak memelihara orang tuanya waktu didunia.
Demikianlah Azlina ditampakkan berbagai macam siksa saat menjalani mati / meninggal kala itu.
Hingga pada akhirnya Azlina berdzikir dengan sekuat tenaga dan sekencang-kencangnya : Subhanallah, Alhamdulillah, Lailahaillallah, Allahu Akbar. Lahawla wala kuwwata Illabillahil Aliyul Adzim.
Setelah itu tiba-tiba Azlina merasa jantungnya berdetak begitu kuat dan ketika Ia membuka mata, saat itu pula Ia sudah kembali berada di dunia.

Itulah kejadian nyata Azlina, seorang gadis yatim yang telah hidup kembali setelah mati / meninggal. Kisah nyata ini telah menjelaskan bahwa kematian itu pasti adanya dan perbuatan dosa sekecil apa pun, kelak harus dipertanggung jawabkan..- Ali –

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here