Keajaiban Mantra Saat Kesulitan

0
Illustrasi

MITOS — Siang itu suamiku pulang dengan wajah lesu. “Aku di-PHK, kantor mengurangi beban jumlah karyawan dan hanya tersisa sebagian orang”katanya lirih.Aku pun hanya bisa terdiam. Seumur pernikahanku sudah ketujuh kalinya suamiku ter-PHK. Sebelumnya aku menanggapi dengan biasa saja. Sebab saat itu aku masih bekerja dengan gaji yang bisa menghidupi kami berdua.

Saat suami ter-PHK ketujuh kalinya, kondisi kamitelah jauh berbeda. Aku tak lagi bekerja kantoran.Pekerjaanku hanya serabutan. Sesekali menulis untuk sebuah portal dan hasilnya bisa sedikit membantu belanja bulanan. Kadang-kadang ikut lomba menulis dan jika beruntung keluar jadi pemenang. Sedetik aku merasa dadaku terhimpit, teringat angsuran motor yang masih kredit. Belum lagi kebutuhan sekolah dua buah hati kami yang tak sedikit. Namun detik berikutnya aku ingat pada Sang Maha Kaya, tempat kita meminta segala.

Suatu malam aku merenung di malam sunyi. Saat orang-orang masih terlelap berselimut dinginnya dini hari. Aku teringat mantra sederhana yangdapat menolong kami keluar dari kesempitan. Mantra yang kuucapkan dengan penuh keyakinan. “Tuhan, tolong cukupkan”. Hanya tiga kata itu, kuulang-ulang bagai mantra yang terlontar dengan segenap harapan.Tak cukup berdoa, aku relakan penghasilanku sebulan untuk berderma. Sambil membisikkan mantra sederhana, kutitipkan uang itu pada suami agar diserahkan ke panti asuhan terdekat.

Hasilnya sangat luar biasa. Rezeki beruntun datang tepat pada waktunya. Suamiku tiba-tiba mendapat tawaran bekerja. Aku pun menang lomba yang nominal hadiahnya cukup untuk memperbaiki atap rumah yang ambruk karena usia.

Jika kau merasa dalam kesulitan, ingatlah mantra dan cara sederhana yang telah kulakukan. Lalu, bersiaplah menerima keajaiban (**)

Pengalaman pribadi Dwi Aprilytanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here