Mitos yang Tersisa dari Pabrik Makateks Jl.Dg Tata

1

MITOS — Pabrik yang berdiri di tengah-tengah pemukiman penduduk (kini pabrik ini sudah tutup) di bilangan Jl. Daeng Tata, Parangtambung, Makassar ini ; dibangun sekitar tahun 1964. Pabrik yang pada masa jayanya dikenal dengan nama Makateks, setelah pergantian manejemen berubah menjadi Industri Sandang Makassar, dan akhirnya macet total.

Pabrik tekstil yang sekarang tengah sekarat ini, ternyata menyimpan sejuta cerita mistis di dalamnya. Baik sewaktu masih aktif berproduksi hingga saat ini yang sudah berhenti beroperasi.

Pabrik tekstil yang memiliki luas area sekitar 3 Ha, terdiri dari dua bagian yaitu bangunan pabrik itu sendiri serta pada bagian lain dibangun kompleks perumahan untuk para karyawan. Selain perumahan bagi karyawan dibagian tengah dari area tersebut, pihak manejemen pabrik membangun sarana olah raga berupa lapangan tenis serta sarana pendidikan berupa Taman Kanak-Kanak yang diperuntukkan bagi anak-anak karyawan dan masyarakat yang berdomisili disekitar pabrik.

Pada bagian pabrik terdiri dari beberapa bangunan yaitu kantor, gedung produksi, gudang serta ruangan genset (TML). Sedangkan pada bagian kompleks terdapat sekitar 20 bangunan perumahan, yang terdiri dari rumah manejer, kepala bagian serta kepala seksi. Menurut warga sekitar pabrik, hamper keseluruhan bangunan pabrik terkenal sangat angker dan sudah banyak memakan korban, walaupun bukan berupa korban jiwa. Ini dimulai sewaktu awal pembangunan pabrik yang berupa proyek pada tahun 1964 yang dikepalai oleh Ir.Waro selaku pimpinan proyek pada waktu itu. Yang kemudian dibuka sebagai pabrik tekstil pada tahun 1965 yang dipimpin oleh Drs. Makmun Noeh selaku Direktur Utama.

Awalnya lokasi pembangunan pabrik merupakan hamparan rawa-rawa yang sangat luas yang berhubungan langsung dengan sungai Je’neberang. Area pabrik tekstil ini diapit oleh perumahan Hartaco Indah yang mengelilingi area pabrik tekstil tersebut. Pada bagian depannya jalan Daeng Tata memanjang dari arah timur kebarat. Pada arah timurnya terdapat bangunan pacuan kuda Parang tambung serta pada bagian barat, kita akan bertemu dengan Rumah Sakit Haji didaerah Jongaya.

Ketika wartawan MITOS menginjakkan kaki di area pabrik pada sesi pengambilan gambar, aura mistis mulai terasa, ini ditandai dengan berdirinya bulu kuduk wartawan yang datang meliput ke tempat itu. Apalagi ketika wartawan MITOS mendekat kearah menara air dan sumur besar yang merupakan daerah yang paling angker ditempat itu. Seakan-akan para “penghuni” pabrik mengetahui maksud dan tujuan wartawan itu datang ketempat mereka untuk meliput sisi lain dari pabrik tekstil tersebut. Setelah melakukan liputan dan pengambilan gambar, wartawan MITOS mengalami gangguan perut yang tiba-tiba menjadi kembung dan ada hawa aneh disekujur tubuh yang membuat tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Dia berusaha untuk menenangkan diri, karena dirinya mulai gelisah dengan keadaan yang menimpa dirinya yang datang secara tiba-tiba itu. Segala doa perlindungan yang dia hafal mulai dia bacakan untuk mengurasi rasa sakit yang mulai menghinggapi dirinya, bukan keadaannya membaik akan tetapi malah menjadi-jadi. Kepalanya mulai merasa pening pandangannyapun sudah mulai kabur. Dia merasa tubuhnya akan menjadi oleng, karena tak mau terjadi apa-apa pada dirinya, maka dia segera meninggalkan lokasi pabrik tersebut. Ketika tiba dirumahnya, wartawan peliput mengeluarkan darah yang berbau amis ketika membuang hajatnya. Setelah berkonsultasi dengan tim gaib MITOS tentang keadaan yang menimpa dirinya, maka ditemukanlah jawabannya. Ternyata wartawan MITOS tersebut, mendapat ucapan selamat datang dari para “penghuni” pabrik tekstil yang memang sudah terkenal sangat angker oleh masyarakat setempat.

Sejalan dengan peristiwa yang menimpa wartawan MITOS, hal mistis ternyata sangat banyak terjadi dipabrik ini. Hal ini diakui oleh sebagian besar mantan karyawan pabrik tersebut, yang masih berdomisili disekitar pabrik. Bukan hanya mereka pernah mendengar suara-suara aneh, bahkan banyak diantara mereka yang pernah melihat penampakan, bahkan lebih ekstrem lagi, mereka bahkan pernah di “kerjai” oleh mahluk gaib yang ada ditempat itu.

Seperti pengalaman yang pernah menimpa Ali, salah seorang karyawan pabrik yang bertugas sebagai supir bantu (kernet) bus angkutan karyawan. Suatu ketika Ali mengalami kesurupan, dia meronta-ronta sehingga karyawan lain tak sanggup untuk memegangnya. Dia kemudian lari menuju ke menara air, kemudian dia memanjat menara air tersebut. Anehnya, Ali memanjat seperti seekor kera, seakan akan dia memiliki ilmu meringankan tubuh, sehingga menara air yang setinggi 10 meter sekejap saja dia sudah berada diatasnya. Setelah sampai diatas, Ali kemudian berbaring disisi tiang pengaman menara air itu tanpa terjatuh, seakan-akan tubuhnya melekat pada tiang besi itu, yang membuat dia tak terjatuh.

Hal ini di benarkan oleh A.Baso Halide (65 thn), mantan Kepala Satpam pabrik yang merupakan saksi mata pada peristiwa itu. “Ali tinggal diatas menara cukup lama, mungkin hampir seminggu. Nanti setelah didatangkan Paranormal baru dia bisa turun dari menara” Ujar A. Baso ketika ditemui oleh MITOS dikediamannya belum lama ini. “Adapun syaratnya hingga dia bisa turun dari menara air itu adalah meminta dipotongkan seekor kerbau” Ujar A. Baso berusaha mengingat-ingat kejadian itu. Hal senada diutarakan oleh Achmad Azis (65 thn) salah satu saksi mata kejadian itu, ketika disambangi dikediamannya oleh MITOS. Menurutnya, penyebab Ali tak dapat turun dari menara air adalah ketika ali siuman dari kesurupannya, dia melihat kebawah seakan-akan dia melihat hamparan danau yang sangat luas yang tak berujung sehingga dia tak dapat turun dari menara air itu. Kejadian itu hamper seminggu, hingga dia diturunkan oleh seorang paranormal yang merupakan pinati (orang pintar) didaerah itu.

Hal yang paling sering terjadi adalah ketika para karyawan libur, seluruh mesin pabrik dimatikan karena tak ada aktifitas pabrik. Anehnya, suara mesin-mesin pabrik tiba-tiba berbunyi sendiri seperti ada yang mengoperasikannya. Padahal pintu pabrik dalam keadaan terkunci dan listrik untuk mesin pabrik dimatikan.

Pengalaman aneh pernah pula menimpa istri dari A. Baso yang merupakan pengelola dari kantin pabrik. Selain suara-suara tapak kaki kuda yang disertai dengan suara gemerincing dari lonceng (giring-giring) yang tepat berada dibelakang kantin. Hal lebih menyeramkan yang membuat bulu kuduk berdiri pernah menimpanya, yaitu ketika dia hendak membagikan bubur kacang ijo untuk karyawan yang dinas malam, bubur beserta gerobak yang biasa dia bawa untuk membagikan bubur tiba-tiba menghilang disisinya, padahal tadi bubur beserta gerobak kecil yang dia bawa dari rumahnya masih berada disampingnya. Dia kemudian berkeliling disekitar kantin serta ruang produksi untuk mencari bubur serta gerobaknya, setelah dia mulai lelah mencari, tiba-tiba saja bubur serta gerobak yang tadinya hilang, serta merta berada disampingnya, tepat diposisi tempat hilangnya tadi.

Selain kisah mistis diatas, ada juga kisah yang sangat memiriskan yang pernah terjadi di pabrik tekstil tersebut yang menimpa beberapa karyawannya. Diantaranya menimpa salah seorang cleaning service yang bernama Abdul Samad. Samad demikian panggilan akrabnya disebut, sering memotong dahan-dahan pohon akasia yang banyak terdapat disitu untuk dijadikan kayu bakar. Pada suatu saat ketika dia telah memotong dahan pohon seperti biasanya, tiba-tiba dia melihat segerombolan orang yang tak dikenalnya, yang datang entah dari mana, wajahnya terlihat sangat marah karena dia menebang pohon, mereka ingin menangkap Samad dan membuangnya kedalam sumur besar yang berada pada salah satu rumah kosong di dalam kompleks perumahan pabrik.. Tanpa pikir panjang, Samad melarikan diri dari kejaran orang-orang itu. Anehnya, karyawan lain yang melihat kelakuan Samad menjadi heran karena melihat Samad berlari sendiri mengitari areal pabrik. Hal ini berlangsung terus menerus, karena Samad tak mendapat penanganan yang tepat dari ahlinya, Samad kemudian menjadi gila karena peristiwa itu.

Hal sama dialami oleh Latif Kamal, ia menjadi gila setelah berlari-lari diatas tembok pembatas antara areal pabrik dan areal kompleks, sesaat setelah melakukan kegiatan dibawah menara air.

Bukan hanya karena sembarang menebang pohon yang memicu kemarahan dari para “penghuni” pabrik, akan tetapi perbuatan yang tidak sopan yang dilakukan di daerah-daerah yang dianggap angker oleh para karyawan dapat memicu kemarahannya. Seperti yang di alami oleh Dahlan salah satu karyawan dibagian produksi, karena sering kencing sembarangan dia pernah mengalami sakit kepala dan penglihatan kabur serta berputar-putar sesaat setelah dia kencing. Untung nasibnya tidak senaas kedua rekannya yang lain, karena setelah mengalami gejala sakit tersebut, dia melaporkan kepada pimpinanya yang bernama Djoni Tanra (65 thn). Djoni Tanra yang merupakan karyawan senior di pabrik itu, kebetulan memiliki kelebihan seperti paranormal. Setelah diobati oleh Djoni Tanra, Dahlan akhirnya dapat beraktifitas kembali seperti biasanya, tentu dengan tekad tak ingin kencing sembarangan lagi.

Di areal pabrik tekstil terdapat sebuah sumur besar yang tidak terpakai lagi dan sudah dikeramatkan oleh para karyawan karena seringnya dilihat penampakan mahluk halus yang menghilang ketika berjalan menuju sumur besar itu. Hal itu tidak menyurutkan nyali salah seorang karyawan yang bernama Muslim (35 thn), dia tanpa rasa takut sedikitpun pergi kesumur itu dan mandi menggunakan air dari sumur itu. Sebelumnya tidak terjadi apa-apa pada dirinya, tapi selepas dari sumur itu, dia mengalami kesurupan dan dalam kesurupannya, mahluk itu akan menyandera jiwa dari muslim didalam sumur. Gegerlah orang seisi pabrik, setelah didatangkan paranormal dan paranormal itu melakukan ritual pelepasan ayam kearea sumur, maka Muslim dapat disembuhkan.

Selain diarea pabrik, ternyata diarea komplek perumahan karyawanpun tak lepas dari cerita mistis yang turut serta meyelimuti keangkeran pabrik teksil tersebut. Seperti yang dilihat oleh Fitri (33 thn) anak dari salah seorang karyawan yang tinggal didalam kompleks. Kisahnya bermula sewaktu dia melalui gerbang kompleks pada waktu magrib, tiba-tiba saja indera ke enamnya terbuka. Dia melihat sosok bocah kecil yang kepalanya botak yang mengintai dari balik sela-sela pagar kompleks. Jumlah bocah itu sangat banyak, menurutnya pada waktu itu bahwa dia melihat tuyul yang lagi berkeliaran. Setelah tiba didalam kompleks, dia menceritakan hal mistis tersebut kepada orang didalam kompleks. Senada dengan Fitri, orang-orang yang berjalan digerbang itu itu juga merasakan adanya aura gaib ditempat itu. Ini ditandai dengan orang yang berjalan melintasi gerbang, pasti merasakan bulu kuduknya merinding.

Bukan hanya sosok bocah seperti tuyul yang sering memperlihatkan diri, sosok wanita berambut panjang dan berpakaian warna merah sering menampakkan dirinya tepat dibawah pohon mangga disamping gedung sekolah Taman Kanak-kanak (TK). Hal ini sering dilihat oleh hamper seluruh warga kompleks, terlebih lagi apabila magrib mulai menjelang serta langit di ufuk barah telah memerah memancarkan biasnya hingga kebumi.

Ternyata cerita mistis didalam kompleks, bukan hanya di dominasi dengan cerita yang menyeramkan akan tetapi ada juga cerita lucu yang mengundang gelak tawa. Seperti cerita yang dialami oleh Hamzah (60 thn) seorang tenaga pengamanan pabrik (Satpam). Suatu malam, dia bertugas jaga malam, kira-kira pukul 02.30 dinihari, dia bertugas untuk mengadakan ronda keliling kompleks. Sesaat setelah dia melalui lorong-lorong kompleks, tiba-tiba dia merasakan bulu kuduknya merinding. Untuk mengurangi rasa takutnya yang mulai menghantui, dia kemudian membungkus dirinya dengan sarung yang dibawanya. Sambil mengenggam handy talky dia melaporkan kejadian itu kepada komandan jaganya yang berada di pos Satpam. “Lapor…lapor…kepada komandan…!ujarnya sambil menutupi tubhnya dengan sarung. “..8..6…masuk, ada dimana posisi” Jawab sang komandan. “..hmmm..Lapor pak ! posisi dikompleks, ada sosok tinggi besar yang mengikuti saya dari belakang, pak !” Lapor Hamzah dengan logat Makassarnya yang kental. “Kenapa tidak kamu delapan enamkan saja, ganti” Balas komandannya dipesawat HT. “Maaf pak, tapi ini mahluk gaib pak” Jawabnya mulai gemeteran. “Itulah kamu diganggu oleh penjaganya, karena kamu Cuma pake sarung, jadi kamu tak dikenal oleh mahluknya, kamu dikira orang baru, coba kamu pake seragam tentu kamu tidak diganggu karena sudah ditahu kamu petugas keamanan” Jawab komandan jaga, dibarengi gelak tawa oleh rekan-rekannya. Semenjak hari itu, Hamzah tak pernah lagi lupa memakai seragam apabila dia mendapat giliran jaga malam. Kemungkinan dia sudah kapok akan peristiwa yang menimpanya.

Pernah sekali waktu Achmad Azis (karyawan pabrik) mendapat kunjungan dari sahabatnya yang bernama Yop Harbini yang seorang paranormal. Dia ingin menguji akan keberadaan mahluk halus ditempat itu dengan menempatkan telur ayam disetiap sudut bangunan pabrik. Belum lama telur itu diletakkan, secara tiba-tiba telur itu menghilang ditempatnya masing-masing secara bersamaan. Ini membuktikan akan keberadaan mahluk gaib ditempat itu, juga membuktikan bahwa kelompok mahluk gaib dipabrik itu sangat berkuasa didaerah itu.

Ada fenomena menarik ketika tulisan ini dibuat, ini dialami oleh Ali wartawan MITOS yang meliput berita ini. Ketika tulisan ini dibuat, Redaktur meminta data liputan kepada Ali tentang luas area pabrik yang lupa dicantumkan. Karena waktu telah menjelang malam, maka Ali menunda reportasenya pada hari itu dan dia menundanya untuk melakukan sesi reportase pada keesokan harinya, khusus untuk menanyakan perihal luas area pabrik kepada mantan karyawan yang pernah diwawancarainya. Awalnya tak ada yang aneh, namun pada malam itu, Ali seakan ada yang membangunkan dirinya untuk menunaikan shalat Tahajud. Selepas shalat, Ali kembali kepembaringan untuk memulihkan kondisinya agar dapat beraktifitas keesokan harinya. Dalam tidurnya, Ali didatangi oleh seseorang yang mengaku penghuni dari pabrik tekstil tersebut. Mahluk itu menjelaskan kepada Ali bahwa luas area pabrik itu adalah 3 Ha. Ali kemudian dialam bawah sadarnya dibawa berkeliling area pabrik, mahluk itu kemudian menjelaskan satu persatu secara terperinci kepada Ali tentang letak-letak mahluk gaib yang mendiami pabrik tersebut.

Adapun pusat kerajaan jin yang berada dipabrik itu, terletak digedung genset (TML) yang juga merupakan tembok pemisah antara pabrik dan kompleks. Ini didiami oleh ribuan jin yang mendiami hingga ke tiang lampu penerangan yang berada disudut sebelah selatan pabrik yang berbatasan langsung dengan komplek perumahan pabrik dan perumahan penduduk. Mahluk ini kemudian mengantar Ali ke sekitar sumur, mahluk itu menjelaskan bahwa sumur itu merupakan sumur setan kembar. Yang mana sumur tersebut setelah dicek memang terdapat dua buah, yang tadinya diketahui cuma ada satu. Konon menurut mahluk itu, sumur itu merupakan tempat mandi para jin yang ada disekitar pabrik, bahkan merupakan tempat mandi bagi kalangan jin disekitar jalan Daeng Tata.

Ali kemudian dibawah ketengah lapangan yang berada didalam komplek perumahan karyawan. Mahluk itu menjelaskan secara panjang lebar dengan menggunakan bahasa daerah Makassar tentang misteri yang terdapat ditengah lapangan itu yang kebetulan tanahnya agak berlubang dibagian tengahnya. Lapangan bola yang apabila musim penghujan beralih fungsi menjadi rawa-rawa itu, menurut para karyawan yang pernah tinggal didalam kompleks, memang sering melihat dibagian tengah lapangan sering dilihat seperti ada darah yang berceceran dan merekapun sangat heran karena bagian tengah lapangan yang tanahnya agak menjorok kedalam. Wlaupun sudah beberapa kali diratakan, tanah itu akan kembali seperti semula. Menurut mahluk yang mendatangi Ali, tanah yang menjorok kedalam itu terjadi akibat tetesan darah yang keluar dari hidung yang menggenangi lubang itu. Fenomena anak-anak kompleks yang biasa bermain disitu, apabila salah satu dari mereka terjatuh, maka otomatis hidung mereka selalu berdarah.

Mahluk itu kemudian meninggalkan Ali menjelang subuh, seakan dia ingin memberitahukan kepada majalah MITOS tentang misteri yang tersembunyi yang terdapat didalam pabrik tekstil. Awalnya peristiwa ini tak akan dimuat, akan tetapi dengan pertimbangan yang matang, maka peristiwa ini dimuat karena ini juga merupakan proses reportase, walaupun ini merupakan reportase gaib. Seiring berlalunya mahluk gaib itu kembali kerumahnya digedung gengset (TML), maka terungkap pula salah satu misteri yang terdapat di pabrik tekstil angker yang terdapat di jalan Daeng Tata, Parangtambung. Tak ada lagi suara bising mesin penenung, suara keras hardikan Satpam dan suara deru mobil-mobil pengangkut benang. Kini tinggal suara lembut daun akasia yang saling bergesekan, dengan manjanya bercengkerama dengan sekumpulan burung-burung kutilang yang lagi bernyanyi. Nampak disalah satu gedung, sekelompok mahluk lagi asyik dengan dengkurannya di pagi hari yang agak basah ini (ali/awing)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here