Home / Misteri Nusantara / Tiga Datuk Penyebar Islam di Tanah Bugis-Makassar

Tiga Datuk Penyebar Islam di Tanah Bugis-Makassar

Sungai Limbua muncul di kaki bukit Hila-hila Bontotiro Bulukumba setelah Datuk Tiro menancapkan tongkatnya. Sungai ini jadi sumber mata air warga setempat dan jadi objek wisata. Volume airnya tak pernah berubah baik di musim hujan atau kemarau (dok MITOS)

MITOS — Walaupun banyak yang sudah tahu, bahwasanya ada tiga orang datuk yang berasal dari Minangkabau itu – paling tidak berasal dari tanah Sumatera, yang mengislamkan wilayah-wilayah kerajaan di Sulawesi Selatan pada abad 16, yaitu :

  1. Khatib Tunggal Datuk Makmur, atau populer di kalangan masyarakat Sulsel dengan nama Datuk Ribandang.
  2. Khatib Sulung Datuk Sulaiman dikenal Datuk Patimang.
  3. Syekh Nurdin Ariyani dikenal dengan nama Datuk RiTiro.

Akan tetapi penulis yakin masih banyak generasi muda minang yang belum mendapat informasi seputar jasa tiga orang datuk dari Minangkabau, yang menyebarkan agama islam di Sulawesi Selatan.

Dari berbagai sumber, penulis berhasrat menyampaikan perihal tiga orang datuk yang disebut-sebut dari Minangkabau serta sebelumnya penulis tertegun didalam hati – adakah tiga orang datuk ini – masuk dalam bagian sejarah di Minangkabau ? Apa dan bagaimana perjuangan dan kiprah mereka dalam penyebaran agama Islam di tanah Bugis Makassar, Sulawesi Selatan ini ? Berikut ini saya mencoba menyimpulkan sebagai berikut :

  1. Wilayah Tallo dan Goa :

Sekitar awal abad ka 17, ketiga orang datuk ini mengislamkan Raja Tallo, pada hari Jumat 14 Jumadil Awal atau 22 September 1605, kemudian menyusul Raja Gowa XIV, yang akhirnya bernama Sultan Alauddin.” Kerajaan Tallo dan kerajaan Gowa merupakan kerajaan kembar yang tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Bahkan Mangkubumi (Perdana Menteri) kerajaan Gowa adalah juga Raja Tallo. Raja Tallo XV, Malingkaan Daeng Manynyonri merupakan orang pertama di Sulsel yang memeluk agama Islam melalui seorang ulama dari pantai Barat Sumatera, Khatib Tunggal Datuk Makmur, atau populer di kalangan masyarakat Sulsel dengan nama Datuk Ribandang. Oleh karena itu pulalah kerajaan Tallo sering disebut-sebut atau diistilahkan sebagai pintu pertama Islam di daerah ini atau dalam bahasa Makassar ” Timunganga Ri Tallo”.

Kemudian Raja Gowa secara resmi mengumumkan bahwa agama resmi kerajaan Gowa dan seluruh daerah bawahannya adalah agama Islam. Sebelum masuknya agama Islam di Sulsel, masyarakat masih menganut kepercayaan animisme. Dalam riwayat dikisahkan bahwa awalnya Datuk Ribandang sendiri bersama kawannya dilihat oleh rakyat kerajaan Tallo sedang melakukan shalat Asyar di tepi pantai Tallo. Karena baru pertama kalinya itu rakyat melihat orang shalat, mereka spontan beramai-ramai menuju istana kerajaan Tallo untuk menyampaikan kepada Raja tentang apa yang mereka saksikan. Raja Tallo kemudian diiringi rakyat dan pengawal kerajaan menuju tempat Datuk Ribandang dan kawan-kawannya melakukan shalat itu.

Begitu melihat Datuk Ribandang sedang shalat, Raja Tallo dan rakyatnya secara serempak berteriak-teriak menyebutkan ”Makkasaraki nabi sallalahu” artinya berwujud nyata nabi sallallahu. Inilah salah satu versi tentang penamaan Makassar, itu berasal dari ucapan ‘Makkasaraki’ tersebut yang berarti kasar/nyata.

Ada beberapa versi tentang asal mula dinamakannya Makassar selain versi tersebut. Datuk Ribandang sendiri menetap di Makassar dan menyebarkan agama Islam di Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan wafat di Tallo. Sementara itu dua temannya, masing-masing Datuk Patimang yang nama aslinya Khatib Sulung Datuk Sulaiman, menyebarkan agama Islam di daerah Suppa, Soppeng, Wajo dan Luwu, dan wafat dan dikebumikan di Luwu. Sedang Datuk RiTiro atau nama aslinya Syekh Nurdin Ariyani berkarya di sejumlah tempat meliputi Bantaeng, Tanete, Bulukumba. Dia wafat dan di makamkan di Tiro atau Bontotiro sekarang.

Dengan kedatangan kolonial Belanda , seluruh benteng-benteng pertahanan kerajaan Gowa di hancurkan kecuali benteng Somba Opu yang diperuntukkan bagi kerajaan Gowa dan benteng Ujungpandang (Fort Rotterdam) untuk pemerintahan kolonial Belanda, benteng pertahanan kerajaan Tallo juga dihancurkan. Penghancuran benteng-benteng pertahanan kerajaan Gowa-Tallo itu sesuai perjanjian Bungaya, 18 Nopember 1667, yang merupakan pula tahun kemunduran kejayaan kerajaan Gowa-Tallo waktu itu.

  1. Makassar – Bulukumba – Luwu ;

Sentuhan ajaran agama islam yang dibawa oleh ulama besar dari Sumatera itu, juga terdapat di Bagian selatan Sulawesi Selatan yang lain, yaitu Kabupaten Bulukumba, yang bertumpu pada kekuatan lokal dan bernafaskan keagamaan”. masing-masing dibawa oleh 3 orang Datuk ; bergelar Dato’ Tiro (Bulukumba), Dato Ribandang (Makassar), dan Dato Patimang (Luwu),

  1. Sementara dalam itu sejarah Islam Kabupaten Luwu dan Palopo, menerangkan bahwa kira-kira pada akhir abad XV M dan kira-kira pada tahun 1013 H, Agama Islam masuk didaerah Luwu yang dibawah oleh seorang alim Ulama yang arief ketatanegaraannya yaitu Datuk Sulaeman asal Minangkabau.

Pada waktu itu Luwu diperintah oleh seorang Raja yang bernama Etenrieawe. Ketika Datuk Sulaeman mengembangkan ajaran agama Islam di wilayah ini, hampir seluruh masyarakat Luwu menerima agama itu. Ketika itu kerajaan dibawah naungan Pemerintahan Raja Patiarase yang diberi gelar dengan Sultan Abdullah ( saudara kandungnya bernama Patiaraja dengan gelar Somba Opu) sebagai pengganti dari Raja Etenriawe, kemudian Datuk tersebut dalam mengembangkan Misi Islam, dibantu oleh dua ulama ahli fiqih yaitu Datuk Ribandang yang wafat di Gowa, dan Datuk Tiro yang wafat di Kajang Bulukumba .dan Datuk Sulaeman wafat di Pattimang Kecamatan Malangke, _+ 60 Km jurusan utara Kota Palopo melalui laut .

Datuk Sulaeman yang berasal dari Minangkabau ini kemudian dikenal dengan nama Datuk Patimang, karena beliau wafat dan dimakamkan di Pattiman.

  1. Tak kurang ada sebuah hikayat yang mengkisahkan bahwa Al Maulana Khatib Bungsu (Dato Tiro) beserta kedua sahabatnya (Datuk Patimang dan Datuk Ribandang) mendarat di pelabuhan Para-para. Setibanya di darat, ia langsung menuju perkampungan terdekat untuk memberitahukan kedatangannya kepada kepala negeri. Namun dalam perjalanan menuju rumah kepala negeri, Dato Tiro merasa haus, dan beliau pun bermaksud untuk mencari air minum namun disepanjang pantai tersebut tidak terdapat sumur yang berair tawar. Dato Tiro menghujamkan tongkatnya di salah satu batu di tepi pantai Limbua sambil mengucap kalimat syahadat “Asyhadu Ala Ilahaillallah wa Ashadu Anna Muhammadarrasulullah”, anehnya setelah tongkatnya dicabut, keluarlah air yang memancar dari lubang di bibir batu tersebut. Pancaran air sangat besar dan tidak henti-hentinya mengalir sehingga akhirnya membentuk sebuah genangan air.Penduduk dan para pelaut kemudian memanfaatkan mata air ini untuk keperluan hidup sehari-hari. Hingga saat ini mata air tersebut tidak pernah kering dan ramai dikunjungi masyarakat.
  2. Penulis belum menemukan Informasi di Ranah Minang mengenai siapakah gerangan jati diri tiga orang datuk ini yang diduga berasal dari Minangkabau.? Apakah ia berasal dari didikan dan santri dari Ranah Minang ?.

Ternyata Dari Sumber ; http://www.seasite.niu.edu/Indonesian/Islam/Giri.htm, diperoleh informasi bahwa para santri pesantren Sunan Giri – selain – dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih di Pulau Jawa dan ke berbagai pulau, seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, hingga Nusa Tenggara, ternyata para santri Sunan Giri ini – juga menyebarkan agama Islam hingga Sulawesi Selatan. Mereka itu adalah Datuk Ribandang dan dua sahabatnya. Mereka adalah murid Sunan Giri yang berasal dari Minangkabau. 6. Sesungguhnya sebelum kedatangan tiga orang datuk ke tanah Bugis ini, telah ada beberapa penganjur Islam selain tiga orang datuk dari minangkabau, yaitu Sayyid Jamaluddin al-husayni al akbari yang merupakan kakek dari Walisongo. Ini berarti Islam sudah datang ke tanah Bugis, pada saat kedatangan para datuk’ (Datuk riBandang, Datuk riTiro dan Datuk riPatimang). Namun diterimanya agama Islam di kerajaan-kerajaan Bugis Makassar pada tahun 1598 (Gowa dan Luwu), menyusul Ajatappareng (Sidenreng, Rappang, Sawitto) pada tahun 1605, Soppeng (1607), Wajo (1609), dan Bone (1611) adalah berkat usaha ketiga para Datuk riBandang ini. Ia mengislamkan Karaeng Matoaya yang merupakan Mangkubumi kerajaan Makassar. Datuk Patimang (Datuk Sulaiman) mengislamkan Daeng Parabbung Datu Luwu dan Datuk riTiro memilih berdomisili di Bulukumba yang merupakan daerah perbatasan Bone dan Gowa untuk syiar Islam.

Islamnya Gowa adalah simbolitas kekuatan militer dan Luwu adalah pusat mitos Bugis Makassar. Dengan pengislaman dua kerajaan besar ini maka tidak ada alasan untuk menolak Islam bagi rakyatnya .

Islamisasi secara struktur adalah menjadikan syariat sebagai dasar negara. Sebelumnya telah ada ADE’, RAPANG, WARI, BICARA. Diterimanya Islam sebagai agama resmi kerajaan menjadikan syariat sebagai landasan kelima yaitu SARA’ akibatnya adalah dibuatkan jabatan struktural kerajaan yang baru yaitu QADHI, BILAL, KATTE’, DOJA sebagai perangkat syiar Islam kerakyat. 7. Pertanyaan kita sekarang. Apa yang menyebabkan tiga orang datuk ini berkunjung ke kerajaan-kerajaan di Sulsel itu untuk menyebarkan agama islam ?

  1. Dugaan pertama karena masyarakat di wilayah itu masih menganut animisme sebagai mana yang telah diuraikan pada butir 1 diatas, sehingga raja Tallo dan Goa adalah raja yang pertama kali menganut agama islam.
  2. Adanya persaingan antara Kristian dan Islam semakin sengit di Sulawesi Selatan pada awal abad ke 16 itu. Persaingan diantara Islam dan Kristian di Makassar disebabkan oleh raja Makassar sendiri yang tidak dapat memilih antara dua agama ini. Mereka meminta Abdul Makmur (Dato’ ri Bandang) datang melawat ke Makassar bersama dua orang temannya iaitu Sulaiman (Dato’ ri Pa’timang) dan Abdul Jawad (Dato’ ri Tiro). Kemudiannya Islam tersebar di seluruh Sulawesi Selatan atas jasa ketiga-tiga pendakwah ini. Dunia Bugis Pada Abad Ke 16 telah di ramaikan oleh berbagai komoditi perdagangan. Ekspor Sulawesi Selatan ketika itu ialah padi, yang diekspor ke Melaka, yang sudah dikuasai Portugal.

Pada tahun 1607, Sultan Johor yang bermusuhan dengan Portugis mencoba menghambat ekspor ini. Produk-produk pertanian lain adalah kelapa, buah-buahan dan sayur-sayuran. Jenis peternakan adalah kerbau, kambing, ayam dan itik. Sedangkan hasil-hasil alam yang dibawa dari kawasan Sulawesi dan sekitar nya yang diekspor antara lain ialah kayu cendana (dari Kaili dan Palu),kayu sapan (dari Sumba), kayu aguila, resin, dll Tidak ketinggalan bahan tekstil yang dibuat di Sulawesi Selatan yang cukup popular pada abad ke 16 itu. Pada tahun 1544 – kain putih – dikenal dengan sebutan “kain katun “, dijual pada harga 200 rial. Hal ini membuktikan bahwa Sulawesi Selatan sudah pun memasuki sistem perdagangan antar bangsa dan menggunakan mata uang asing (Portugis). Rial menjadi salah satu mata uang utama, dimana sebelumnya sistem penukaran uang belum dilakukan dengan cara ini.

Tahukah Anda ?, pada masa itu sebelum mengenal sistem pertukaran uang, kerbau adalah satuan penukaran dan mungkin dijadikan sebagai petunjuk utama. Yang menyedihkan kala itu, terdapat juga komoditi ekspor baru yaitu budak. Kebanyakan para budak itu adalah para tawanan perang yang yang entah siapa saja, meliputi kanak-kanak dan wanita yang berasal dari ditawan Bugis. Harga seorang hamba boleh mencapai 1000 rial..!! yang ketika itu merupakan suatu tawaran yang cukup menarik bagi Portugis. Perdagangan budak semula mendapat tempat pada abad 15 itu, disebabkan oleh permintaan dari luar. Sejalan dengan dengan dihapuskannya perdagangan budak didunia, bangsa asing yang masuk kewilayah Sulawesi mengalihkan perhatiannya pada Emas. Pertambangan Emas berada di pergunungan Toraja dan Luwu’. Selain itu Mineral-mineral lain yang diekspor ialah besi (dari Luwu’ dan Banggai), kuprum dan plumbum. Apa jadinya wilayah Sulawesi pada kondisi dikuasai oleh pengaruh asing – Portugis, Spanyol, jika sekiranya tidak ada tiga orang datuk yang berasal dari Minangkabau di tanah Sumatera berkunjung ke Sulawesi Selatan pada akhir abad 16 itu.

Bangsa Portugis dan Spanyol adalah bangsa yang sangat berkepentingan untuk meraup hasil bumi di pulau Celebes dan Maluku. Langkah lebih lanjut adalah adakah intitusi di Ranah Minang yang melakukan penelitian tentang kiprah Tiga Orang Datuk ini bagi penyebaran agama Islam. Pada empat abad sebelum sekarang, mereka telah berjihad bagi agama islam yang merupakan fondasi dasar bagi ciri orang Minangkabau. Bagaimana sikap kita dalam memposisi tiga orang datuk ini dalam sejarah Minangkabau ? ***

Dirangkum oleh : Hifni H. Nizhamul

Sumber :

  1. http://bulukumba.bappenas.go.id
  2. http://www.bulukumbakab.go.id/?id=67
  3. http://palopo.pta-makassarkota.go.id/
  4. http://www.selayaronline.com
  5. http://:www.gatra.com 6. http://melayuonline.com

About admin

24 comments

  1. That is the proper weblog for anybody who needs to search out out about this topic. You notice a lot its nearly exhausting to argue with you (not that I really would want…HaHa). You positively put a brand new spin on a topic thats been written about for years. Great stuff, just nice!

  2. Saved as a favorite, I like your web site!

  3. I’m impressed, I must say. Rarely do I encounter a
    blog that’s equally educative and engaging, and let me
    tell you, you’ve hit the nail on the head. The issue is
    something that too few folks are speaking intelligently about.
    I am very happy I stumbled across this during my search for something regarding this.

  4. Hi, everything is going nicely here and ofcourse every one is sharing data, that’s
    truly good, keep up writing.

  5. First of all I want to say fantastic blog! I had
    a quick question which I’d like to ask if you do not mind.
    I was interested to know how you center yourself and clear
    your mind prior to writing. I’ve had trouble clearing my mind
    in getting my thoughts out there. I do take pleasure in writing but it just seems like the first 10 to 15 minutes tend to be lost just trying to figure out how to begin. Any recommendations or
    tips? Appreciate it!

  6. Excellent blog post. I certainly love this website. Keep writing!

  7. Hi there outstanding blog! Does running a blog like this require a lot of work?
    I’ve very little understanding of programming but I
    was hoping to start my own blog soon. Anyways, if you have any recommendations or techniques for
    new blog owners please share. I know this is off topic but I
    simply needed to ask. Kudos!

  8. You could definitely see your enthusiasm in the work you write.

    The world hopes for more passionate writers such as you who aren’t afraid to mention how they
    believe. At all times follow your heart.

  9. Excellent blog post. I definitely appreciate this site.
    Thanks!

  10. You are certainly right, I would love to know more information on that topic! I’m as well curious about good desktop computers since I believe it’s very cool presently. Thanks!

  11. You are absolutely correct and I understand you. When you want, we can as well speak about aadhaar update status, something that intrigues me. Your site is definitely impressive, cheers!

  12. There are actually remarkable changes on the design of your page, I definitely love that. Mine is regarding homework sheets and certainly, there are plenty of things to be done, I’m still a starter in web design. Take good care!

  13. I’m interested to know what site system you have been utilizing? I’m having some slight safety difficulties with our latest site on khanapara teer target so I would love to find one thing much more safe. Do you have any strategies?

  14. Hi there. I just noticed this website and I truly love it. I like to discuss garageband iphone sometimes. Great to be around, bless you!

  15. whoah this blog is fantastic i really like studying your posts. Stay up the great work! You already know, a lot of individuals are looking around for this info, you could help them greatly.

  16. Hello I am so happy I found your webpage, I really found you by mistake, while I was looking on Aol for something else, Anyways I am here now and would just like to say many thanks for a remarkable post and a all round interesting blog (I also love the theme/design), I donít have time to look over it all at the moment but I have saved it and also added your RSS feeds, so when I have time I will be back to read more, Please do keep up the great job.

  17. I always look over your posts carefully. I’m furthermore fascinated by windows password reset, perhaps you might discuss that sometimes. See you.

  18. My family and I absolutely like your blog and find almost all of the blog posts to be exactly what I’m searching for. Would you offer other people to post information for you? I wouldn’t mind writing a story on android facetime app or possibly on most of the topics you’re writing about on this site. Great information site!

  19. Hi there! I just would like to give a huge thumbs up for the nice information you might have right here on this post. I can be coming again to your weblog for more soon.

  20. Pretty section of content. I just stumbled upon your website and in accession capital to assert that I acquire in fact enjoyed account your blog posts. Anyway I’ll be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently quickly.

  21. My partner and I stumbled over here different
    page and thought I might check things out. I like what I see so now
    i am following you. Look forward to finding out about
    your web page repeatedly.

  22. Thanks for finally writing about >Tiga Datuk Penyebar Islam di
    Tanah Bugis-Makassar – Majalah Mitos Makassar <Liked it!

  23. Keep on working, great job!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *